AS Veto Keanggotaan Penuh Palestina di PBB, Rusia: Ini Menjadi Bukti Dimana Mereka (AS) Sudah Membuka Kedoknya

24 April 2024, 22:05 WIB
AS Veto Keanggotaan Penuh Palestina di PBB, Rusia: Ini Menjadi Bukti Dimana Mereka (AS) Sudah Membuka Kedoknya /ANTARA/Cindy Frishanti/aa.

SRAGEN UPDATE - Kuasa Usaha Kedutaan Besar Rusia di Jakarta Veronika Novoseltseva menilai mengenai keputusan Amerika Serikat memveto keanggotaan penuh Palestina di PBB.

Menurut Veronika sikap AS tersebut menunjukkan sikap mereka yang sebenarnya terhadap Palestina.

Hal tersebut dikatakan oleh Veronika pada saat berada di Jakarta, hari Rabu, 24 April 2024.

“Ini menjadi suatu bukti di mana mereka (AS) sudah membuka kedoknya, menunjukkan bagaimana sikap mereka yang sebenarnya terhadap bangsa Palestina, rakyat Palestina dan perjuangan luhur Palestina,” kata Veronika seperti yang SragenUpdate.com kutip dari ANTARA.

Meskipun AS bersikap begitu, Veronika mengatakan Rusia selalu mendukung keanggotaan penuh Palestina di PBB.

Baca Juga: Doyoung NCT Capai Peringkat No.1 di Tanggal Lagu iTunes Seluruh Dunia dengan Album Terbaru

Rusia akan mendukung keanggotaan penuh Palestina di PBB secara sungguh-sungguh.

“Apa yang mereka (AS) bilang kenapa mereka memveto, (alasannya) sangat lemah sebenarnya, sangat tidak jelas, sangat tidak bisa diterima,” ujar Veronika.

Adapun, AS memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB yang menuntut keanggotaan penuh Palestina di PBB pada hari Kamis, 18 April 2024.

DK PBB dengan jumlah 15 anggota mengadakan pertemuan di New York.

Mereka melakukan pertemuan dengan tujuan melakukan pemungutan suara terhadap resolusi yang diajukan Aljazair.

Keputusan mengenai keanggotaan penuh Palestina di PBB itu diblokir dengan veto AS dan 12 suara dukungan.

Sementara dua negara lainnya yaitu Inggris dan Swiss memilih abstain dalam pemungutan suara tersebut.

Baca Juga: Ingin Terlihat Lebih Muda? 11 Tips Ampuh untuk Mempertahankan Kecantikan dan Kesehatan Kulit Wajah

Palestina sendiri pada tahun 2012 menjadi negara pengamat di Majelis Umum PBB.

Palestina bisa berpartisipasi pada perdebatan dan organisasi-organisasi PBB dengan mengirim utusannya.

Akan tetapi, Palestina tidak punya hak untuk ikut melakukan pemungutan suara.

Menurut Piagam PBB, sejumlah negara bisa diterima menjadi anggota PBB melalui keputusan Majelis Umum atas rekomendasi DK PBB.

Resolusi dewan keamanan memerlukan paling sedikit sembilan suara setuju.

Selain itu, harus diiringi dengan tidak adanya veto dari anggota tetap DK PBB agar bisa disahkan.***

Editor: Inayah Nurfadilah

Tags

Terkini

Terpopuler