115 Anggota Parlemen Prancis Mendesak Presiden Emmanuel Macron untuk Menghentikan Penjualan Senjata ke Israel

- 7 April 2024, 00:07 WIB
115 Anggota Parlemen Prancis Mendesak Presiden Emmanuel Macron untuk Menghentikan Penjualan Senjata ke Israel
115 Anggota Parlemen Prancis Mendesak Presiden Emmanuel Macron untuk Menghentikan Penjualan Senjata ke Israel /Dok. Euro-Med Monitor

SRAGEN UPDATE  Pada Jum’at, 5 April 2024, sebanyak 115 anggota parlemen dari oposisi Prancis meminta Presiden Emmanuel Macron untuk menghentikan penjualan senjata ke Israel.

Anggota parlemen sayap kiri dan wakil ketua kelompok partai La Franco Insoumise, Mathilde Panot menyatakan permintaan tersebut kepada Macron melalui surat bersama yang dibagikannya di platform X.

Panot menyatakan bahwa Prancis tidak boleh melanggar hukum internasional dan 115 anggota parlemen mendesak Macron agar dapat segera menghentikan penjualan senjata ke Israel.

“Karena Prancis tidak boleh, tidak bisa, dan tidak akan melanggar hukum internasional, 115 anggota parlemen dengan tegas menyerukan Presiden Republik untuk segera menghentikan penjualan senjata ke Israel,” ucap Panot sebagaimana yang SragenUpdate.com kutip dari ANTARA.

Baca Juga: Fenomena Baru: Pengedaran Narkoba Saat Ini Cenderung Dibagi-bagi Menjadi Paket Kecil

Panot juga menyatakan bahwa keberpihakan Prancis seharusnya mengutamakan pada perdamaian, bukan genosida.

“Peran Prancis adalah untuk mendorong perdamaian, bukan genosida,” ujar Panot.

Lebih lanjut, Panot dan anggota parlemen oposisi lainnya menyatakan bahwa banyak negara-negara telah mengambil langkah yang sama yaitu menghentikan penjualan senjata ke Israel dan ia ingin Prancis dapat mengikuti jejak negara-negara tersebut.

“Penting untuk diingat bahwa negara-negara lain, seperti Kanada, Belanda, dan Spanyol telah mengambil langkah serupa dan ini waktunya bagi Prancis di momen bersejarah ini,” kata mereka.

Sementara itu, sejak 7 Oktober 2023 hingga kini, Israel terus melancarkan serangan di Jalur Gaza yang menyebabkan setidaknya 33.091 kematian, di mana sebagian besarnya merupakan wanita dan anak-anak dan 75.750 orang mengalami luka-luka.

Halaman:

Editor: Inayah Nurfadilah


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah