Kementerian Luar Negeri RI Tegaskan Bahwa Mereka Tidak Ada Rencana untuk Berhubungan Diplomatik dengan Israel

- 13 April 2024, 21:44 WIB
Kementerian Luar Negeri RI Tegaskan Bahwa Mereka Tidak Ada Rencana untuk Berhubungan Diplomatik dengan Israel
Kementerian Luar Negeri RI Tegaskan Bahwa Mereka Tidak Ada Rencana untuk Berhubungan Diplomatik dengan Israel /UNSPLASH/Omer Yildiz/

SRAGEN UPDATE  Belum lama ini, beredar isu terkait Indonesia yang akan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel agar dapat masuk menjadi bagian dari OECD.

Isu ini menyebar luas dengan cepat di sosial media dan sontak mendapat kecaman dari masyarakat Indonesia.

Tak lama setelahnya, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia telah menepis isu yang beredar terkait Indonesia yang akan menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel sebagai syarat untuk bergabung dengan OECD atau Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan.

Pada Kamis, 11 April 2024, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal menyatakan bahwa Kemenlu RI tidak ada rencana untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Israel, terlebih di tengah situasi di Palestina saat ini.

Baca Juga: 3 Girl Group K-pop dengan Vokal Live Terbaik Menurut Netizen Saat Ini: Ada NMIXX, BABYMONSTER, dan aespa

“Saya tegaskan bahwa hingga saat ini, tidak ada rencana untuk membuka hubungan diplomatic dengan Israel, terlebih di tengah situasi kekejaman Israel di Gaza saat ini,” ucap Iqbal sebaaimana yang SragenUpdate.com kutip dari ANTARA.

Lebih lanjut, Lalu menegaskan bahwa posisi Indonesia tidak berubah dan terus mendukung kemerdekaan Palestina sebagai bagian dari penyelesaian konflik dua negara.

“Indonesia akan selalu konsisten berada di garis terdepan membela hak-hak bangsa Palestina,” ujar Iqbal.

Iqbal juga menyatakan bahwa proses untuk menjadi anggota OECD tidaklah mudah dan akan memakan waktu yang lama

Untuk menjadi anggota OECD, ada banyak hal yang perlu disiapkan oleh Indonesia sebelum direncanakan akan diadopsi pada Mei 2024 mendatang.
“Waktu yang diperlukan setiap negara untuk menyelesaikan keanggotaan penuh di OECD berbeda-beda. Semua tergantung kesiapan negara tersebut,” tutur Iqbal.

Halaman:

Editor: Inayah Nurfadilah


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah